Pemasaran Barang Dan Jasa
A Ruang Lingkup Pemasaran
Sebagian orang sering kali mengartikan pemasaran sebatas penjualan, sebagian lagi membatasinya pada aktivitas perdagangan, dan sebagian lagi pada aktivitas distribusi. Padahal, semua aktivitas tersebut merupakan bagian integral dari kegiatan pemasaran. Tidak bisa dipisah-pisahkan. Jadi, pemasaran merupakan perpaduan antara kegiatan penjualan, perdagangan, dan distribusi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan menciptakan tujuan mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan tersebut adalah mendapatkan laba yang maksimal.
Berikut adalah beberapa definisi pemasaran menurut para ahli.
1. William J. Stanton (Swastha dan Handoko 2008:4)
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan perdagangan yang saling memengaruhi, yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk-produk yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli.
2. Philip Kotler (2007)
Pemasaran adalah serangkaian kegiatan perusahaan guna memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Pengertian pemasaran menurut Philip Kotler tersebut mengandung beberapa unsur, yaitu:
a. adanya kegiatan manusia,
b. adanya objek yang dipertukarkan, dan
c. adanya pembeli dan penjual.
1. Tujuan Pemasaran
Pemasaran memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut.
a. Menjelaskan secara detail semua kegiatan perusahan yang berkaitan dengan pemasaran, mulai dari perencanaan mengenai produk, desain produk, promosi produk, komunikasi kepada konsumen, hingga pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen dengan tepat dan cepat.
b. Membantu perusahaan agar dapat mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk yang dihasilkan cocok
c. memberitahukan produk perusahaan secara detail kepada konsumen potensial dan menyediakan semua permuntaan mereka terkait dengan produk yang dihasilkan.
2. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah suatu filosofi yang mendorong perusahaan untuk mengembangkan produk atau layanan berdasarkan kebutuhan dan preferensi pasar. Filosofi inilah yang menjadi dasar penerapan strategi pemasaran barang atau jasa pada sebuah perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan akan merancang dan menerapkan strategi tertentu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, memuaskan kebutuhan pelanggan, memaksimalkan keuntungan, dan mengalahkan pesaing bisnis. Jika konsep pemasaran dijalankan dengan baik secara konsisten, akan tercipta kondisi saling menguntungkan di antara kedua belah pihak, baik perusahaan maupun pelanggan. Dengan demikian, konsep ini dapat membantu perusahaan untuk memperoleh keuntungan jangka panjang.
Terdapat tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam konsep pemasaran, yaitu orientasi pada pasar atau konsumen, volume penjualan yang menguntungkan, dan penyusunan kegiatan pemasaran secara integral.
a. Orientasi pada pasar atau konsumen
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
1. Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan sasaran penjualan.
2. Mengadakan penelitian kepada konsumen untuk mengukur, menilai, serta menafsirkan keinginan, sikap, dan perilaku konsumen tersebut.
3. Menentukan kebutuhan pokok (basic needs) konsumen yang akan dilayani dan dipenuhi.
4. Menentukan produk dan program pemasaran.
5. Menentukan dan melaksanakan strategi pemasaran yang paling baik. Contohnya, strategi yang menitikberatkan pada mutu yang baik, harga yang murah, atau model yang menarik.
b. Volume penjualan yang menguntungkan
Kepuasan konsumen merupakan tujuan dari konsep pemasaran. Namun, secara keseluruhan, tujuan dari konsep pemasaran yang lebih penting adalah keberhasilan perusahaan dalam melakukan penjualan yang menguntungkan dan mendapatkan laba yang besar.
c. Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral berarti setiap orang dan bagian dalam perusahaan harus turut berkecimpung dan saling berkoordinasi untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan demikian, tujuan perusahaan dapat terwujud.
Terdapat empat konsep dasar dalam kegiatan pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan atau organisasi, yaitu konsep produksi, produk, penjualan, dan pemasaran.
a. Konsep produksi
Konsep produksi menyatakan, konsumen akan menyukai produk yang tersedia di berbagai tempat dengan harga yang terjangkau. Konsep ini berorientasi pada produksi yang tinggi dan distribusi yang luas. Dengan daya beli yang dimilikinya, konsumen akan menerima produk yang tersedia secara luas.
b. Konsep produk
Konsep produk menyatakan, konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja, dan inovasi yang baik. Perusahaan yang berorientasi pada produk akan membuat produk yang berkualitas dan terus menyempurnakannya. Alasannya, konsumen dianggap lebih menyukai produk berkualitas tinggi dan memiliki tampilan yang menarik.
c. Konsep penjualan
Konsep penjualan menyatakan, jika konsumen dibiarkan begitu saja, biasanya mereka tidak akan membeli produk dalam jumlah yang penjual harapkan. Oleh karena itu, perusahaan harus melaksanakan penjualan dan promosi secara agresif. Keagresifan perusahaan dalam menawarkan produk dapat diwujudkan dengan cara menarik calon konsumen melalui promosi dan iklan produk. Banyak perusahaan yang menerapkan konsep penjualan untuk produk-produk yang kurang mendapat perhatian atau yang biasanya tidak terpikirkan oleh konsumen, seperti buku ensiklopedia dan asuransi.
d. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan, kunci untuk mencapai tujuan perusahaan adalah menjadi lebih efektif daripada pesaing, yaitu dalam hal menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran, serta memberikan kepuasan kepada pasar sasaran. Konsep pemasaran bersandar pada empat pilar berikut.
1. Pasar sasaran
Tujuan perusahaan dapat tercapai jika mereka dapat mendefinisikan pasar sasaran dengan tepat dan menyiapkan program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
2. Kebutuhan pelanggan
Kunci keberhasilan dalam konsep pemasaran adalah dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih baik daripada yang dilakukan pesaing.
3. Pemasaran terpadu
Pemasaran terpadu dapat terwujud jika semua departemen dalam sebuah perusahaan dapat bekerja sama melayani kepentingan pelanggan.
4. Profitabilitas
Tujuan utama konsep pemasaran adalah mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan mendapatkan laba. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu keahlian yang mampu melaksanakan kegiatan pemasaran dalam mencapai tujuan perusahaan.
Konsep pemasaran dapat dibagi menjadi dua, yaitu konsep pemasaran sosial dan konsep pemasaran global.
1. Konsep pemasaran sosial
Konsep pemasaran sosial menyatakan bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran, serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Hal-hal tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep pemasaran sosial mengajak perusahaan untuk memperhatikan kepentingan sosial dan etika dalam praktik pemasaran mereka.
2. Konsep pemasaran global
Konsep pemasaran global menyatakan bahwa perusahaan berupaya memahami semua faktor yang memengaruhi kegiatan pemasaran. Tujuan akhir dari konsep pemasaran ini adalah perusahaan mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak manfaat kepada semua pihak yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
B Pemasaran Barang dan Jasa
Dalam dunia pemasaran, produk diartikan sebagai suatu hal yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Berdasarkan wujudnya, produk dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu barang dan jasa.
1. Barang
Barang adalah produk berwujud yang bisa dilihat, diraba atau disentuh, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.
1. Barang sehari-hari (convenience goods)
Barang sehari-hari (convenience goods) adalah barang kebutuhan sehari-hari yang mudah diperoleh kapan pun dan di mana pun. Contoh barang sehari-hari, antara lain sabun mandi, pasta gigi, sampo, gula, dan mi instan.
2. Barang belanja (shopping goods)
Barang belanja (shopping goods) adalah barang yang dalam proses pembelinya memerlukan pertimbangan dari konsumen, misalnya pertimbangan harga, mutu, dan kemasan. Secara umum, harga barang belanja lebih tinggi daripada harga barang sehari-hari. Contoh barang belanja, antara lain kulkas, AC, tekstil, perabotan rumah tangga, pakaian, dan sepatu.
3. Barang spesial (specialty goods)
Barang spesial (specialty goods) adalah barang yang mempunyai ciri khusus. Artinya, barang tersebut memiliki ciri-ciri unik atau merek khas yang hanya dapat dibeli di tempat-tempat tertentu. Konsumen yang ingin mendapatkan barang tersebut harus melakukan pengorbanan yang lebih. Hal ini disebabkan harga barang spesial relatif mahal. Contoh barang spesial adalah tas wanita yang dijual di rumah mode tertentu, barang antik di toko seni tertentu, dan perhiasan di toko emas tertentu.
Karakteristik Barang Konsumsi Convenience Goods Shopping Goods Specialty Goods
Pengorbanan yang dikeluarkan untuk membeli Sedikit Banyak Banyak
Waktu untuk merencanakan pembelian Sedikit Banyak Sangat banyak
Pemuas kebutuhan Dengan segera Relatif lama Relatif lama
Kecenderungan membandingkan kualitas dan harga Tidak Ya Tidak
Harga Rendah Tinggi Tinggi
Frekuensi pembelian Sering Jarang Jarang
Contoh barang Sabun mandi, pasta gigi, sampo, gula, dan mi instan Kulkas, AC, pakaian, dan sepatu Tas dengan merek tertentu, barang antik, dan perhiasan di toko emas tertentu
b. Barang industri
Barang industri adalah barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan industri. Barang industri meliputi bahan baku, komponen dan barang setengah jadi, perlengkapan operasional, instalasi, dan peralatan ekstra.
1. Bahan baku
Bahan baku adalah bahan pokok yang digunakan untuk membuat barang lain. Bahan baku dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu produk pertanian (beras, buah-buahan, sayur-sayuran, kapas, dan termasuk pula produk hewani seperti susu murni dan telur) dan produk kekayaan alam (minyak bumi, gas bumi, bijih besi, kayu, rotan, dan lain-lain).
2. Komponen dan barang setengah jadi
Dalam proses produksi, komponen dan barang setengah jadi adalah barang-barang yang menjadi bagian dari barang jadi dan digunakan untuk melengkapi produk akhir. Contohnya, komponen-komponen yang ada pada mesin mobil, kain untuk membuat baju, dan kertas untuk membuat buku.
3. Perlengkapan operasional
Perlengkapan operasional adalah barang-barang yang digunakan untuk membantu kelancaran proses produksi atau kegiatan-kegiatan lainnya di perusahaan. Contohnya adalah obeng, tang, palu, minyak pelumas, kertas, pulpen, mesin tik, dan perlengkapan kantor lainnya.
4. Instalasi
Instalasi adalah alat produksi utama pada suatu pabrik atau perusahaan yang dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Contohnya, mesin cetak pada perusahaan percetakan, mesin tenun pada perusahaan tekstil, dan mesin penggiling pada perusahaan penggilingan padi.
5. Peralatan ekstra
Peralatan ekstra adalah alat-alat tambahan atau pelengkap yang digunakan untuk membantu instalasi. Contohnya, kendaraan forklif, gerobak, dan truk pengangkut barang yang digunakan di sebuah pabrik.
Karakteristik Barang Industri Bahan Baku Komponen dan Barang Setengah Jadi Perlengkapan Operasional Instalasi Peralatan Ekstra
Harga per unit Sangat rendah Rendah Rendah Sangat tinggi Sedang
Lama usia Sangat pendek Bergantung pada produk akhir Pendek Lama sekali Lama
Jumlah yang dibeli Banyak Banyak Sedikit Sangat sedikit Sedikit
Frekuensi Pembelian Sering, kontrak pembelian yang panjang Jarang Sering Sangat jarang Kadang-kadang
Standardisasi barang saingan Sangat tinggi, grading sangat penting Sangat tinggi Tinggi Sangat rendah, dibuat atas dasar pesanan Rendah
Batasan penawaran Terbatas, tidak dapat ditingkatkan dengan cepat Umumnya tidak ada masalah Umumnya tidak ada masalah Tidak ada masalah Umumnya tidak ada masalah
Contoh barang Produk pertanian dan produk kekayaan alam (minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya) Komponen-komponen yang ada pada mesin mobil, kain untuk membuat baju, dan kertas untuk membuat buku Obeng, tang, palu, minyak pelumas, kertas, pulpen, mesin tik, dan perlengkapan kantor lainnya Mesin cetak pada perusahaan percetakan, mesin tenun pada perusahaan tekstil, dan mesin penggiling pada perusahaan penggilingan padi Kendaraan forklif, gerobak, dan truk pengangkut barang yang digunakan di sebuah pabrik
2. Jasa
Jasa adalah produk yang tidak berwujud, seperti aktivitas, manfaat, dan kepuasan yang ditawarkan untuk dikonsumsi oleh pihak lain. Hal ini sejalan dengan pendapat Kotler yang mendefinisikan jasa sebagai setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan. Contohnya, jasa pendidikan, jasa layanan kesehatan di rumah sakit, jasa reparasi kendaraan, jasa salon kecantikan, jasa transportasi, dan jasa penginapan.
Terkadang, jasa tidak dapat dipisahkan dengan barang. Contohnya, ketika seorang konsumen mengonsumsi makanan di sebuah restoran, ia jelas membeli makanan yang ada di restoran tersebut, sekaligus mengharapkan pelayanan yang memuaskan dari petugas restoran. Jika konsumen kecewa atas kualitas pelayanan yang didapatkan, besar kemungkinan ia tidak akan datang lagi ke restoran tersebut. Jadi, kunci utama dalam mengelola kualitas pelayanan adalah dengan memenuhi harapan dan memelihara kepercayaan (trust) konsumen. Harapan dan kepercayaan konsumen dapat terbentuk dari pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain (dari cerita, testimoni, ataupun iklan).
a. Kualitas jasa
Perusahaan jasa hendaknya dapat memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik daripada pesaingnya. Kualitas jasa dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expected service).
Jika jasa yang dirasakan tidak memenuhi harapan, konsumen cenderung tidak digunakan, mereka menjadi tidak tertarik lagi menggunakan jasa dari penyedia jasa yang bersangkutan. Sebaliknya, jika jasa yang dirasakan sudah sesuai atau bahkan melebihi harapannya, konsumen akan puas, bahkan sangat puas, dan besar kemungkinan mereka akan kembali menggunakan jasa dari penyedia jasa tersebut. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengetahui dan memahami keinginan konsumennya.
b. Karakteristik Jasa
Jasa mempunyai empat karakteristik utama, yaitu sebagai berikut.
1. Tidak berwujud (intangible)
Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karena tidak bisa dirasakan oleh pancaindra. Konsumen hanya dapat merasakan manfaat dari jasa tersebut. Jika seseorang membeli suatu jasa, ia hanya memaknai, memanfaatkan, atau menyewa jasa tersebut. Seseorang yang menginap di suatu hotel atau penginapan tidak berarti ia membeli hotel tersebut, tetapi ia hanya membeli jasa penginapan yang disediakan oleh hotel tersebut.
2. Tidak dapat dipisahkan (inseparable)
Suatu bentuk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya. Jasa biasanya diproduksi dan dikonsumsi pada waktu bersamaan sehingga hubungan antara konsumen dan penyedia jasa dapat memengaruhi hasil dari jasa yang bersangkutan. Contohnya, harga tiket kereta api kelas eksekutif tidak akan sama dengan harga tiket kereta api kelas bisnis.
3. berubah-ubah (variable)
kualitas jasa mudah berubah-ubah karena sangat tergantunh pada pihak yang menyajikan, waktu dan tempat penyajian, serta pihak yang disajikan. Dalam hal ini, perusahaan jasa dapat menerapkan tiga langkah pengendalian kualitas jasa yang baik, yaitu:
a) melakukan seleksi dan pelatihan karyawan yang baik,
b) membuat standar pelayanan serta,
c) memantau kepuasan konsumen melalui saran dan keluhan konsumen
4. Mudah lenyap (perishable)
Jasa tidak dapat disimpan. Artinya, apabila suatu jasa tidak digunakan, jasa tersebut akan hilang. Dengan demikian, Anda tidak bisa menggunakan jasa yang sama di masa mendatang. Contohnya, jika anda membeli tiket kereta api untuk keberangkatan tanggal 15 Agustus 2022 pukul 09.30, Anda hanya dapat menggunakan jasa transportasi kereta api pada tanggal dan jam tersebut. Jika ingin menggunakannya pada tanggal atau jam lain, Anda harus membeli tiket baru lagi.
Komentar
Posting Komentar